entah apa yang aku fikirkan, tanggal itu sudah tidak terdengar Wah lagi untukku.
entah mungkin karena aku tau dan aku sadar kalau di tanggal itu sudah tidak akan ada lagi Indy (mantan) dengan seikat mawar putih dan ribuan hadiah lainya..
apa mungkin ada alasan lain? ya aku ingat, karena rencanya aku mau minta hadiah spesial dari orangtuaku, makanya aku tidak mau tanggal tersebut ada perayaan atau apalah.. aku ingin mengambil hati orangtuaku demi hadiah spesial itu tadi.
Aku ingin sekali nanti habis UNAS berakhir aku mendapat ijin oleh orangtuaku untuk pendakian Semeru.Ya memang itu hadiah spesial yang selama ini aku harapkan. Karena dulu aku pernah janji sama Indy kalau aku bisa meluluhkan hati orangtuaku dengan prestasi dan hasil belajar bagus dan aku akan melakukan Pendakian Semeru bersamanya dan keluarganya. Sama mbak Zenda dan mb Novi, pacar kakak-kakaknya Indy yg ternyata kita bertiga di pertemukan dan disatukan oleh masalalu yang miris :' yang berawal dari semua keindahan dan berakhir dengan sesuatu yang tak pernah di duga. ah jadi flashback gini, sudahlah..
Memang Indy Jody Putra seorang yang memberiku beribu pengalaman dan pelajaran hidup, dia mengubah hampir 75% pola hidupku menjadi lebih baik. mungkin kalau di hitung tulisan-tulisanku yang bercerita tentangnya sudah banyak sekali, tapi sudahlah itu hanya masalalu saja. Masalalu bukan untuk kita buang dan lupakan begitu saja kan, masalalu secara tidak langsung bisa di buat pelajaran hidup untuk ke depannya. Memang sih, ngelihat ke belakang itu ga baik, tapi kalau melihat ke depan terus tanpa melihat ke belakang sama sekali, nanti di depan kita akan menemui masalah yang sama seperti yang ada di belakang dan kita bakal sulit menyelesaikannya karena kita tidak mau belajar dari masalalu itu tadi.
Semuanya sudah berlalu.. Semeru juga mungkin hanya impian belaka, terakhir kemarin aku meminta ijin pada ibu, malah beribu opininya keluar. Aku selalu dianggap lemah, aku selalu di remehkan, ibu tidak pernah percaya denganku kalau aku bisa, penyakitku selalu jadi alasan nomor satu ibu melarangku melakukan pendakian, dan alasan yang terakhir, Indy (si anak alam) sudah tidak bersamaku lagi dan tidak ada yang melindungiku nanti saat mendaki. Miris memang saat ibu membicarakan Indy, tapi kalau di pikir-pikir memang benar, nanti disana aku malah merepotkan semua orang.
Aku tau memang ini tidak mudah, saat 16 Maret pun aku masih terbawa suasana itu..
Ah Sudahlah, Life must go on!"yang Sekarang untuk kedepannya, dan yang Lalu biarlah menjadi cerita" itu prinsip yang aku terapkan kali ini. Aku yakin Boby Satrya Perdana juga bisa jadi yang terbaik buat hidupku nanti. Kita yang saling mendoakan dan saling berusaha menjadi terbaik untuk kedepannya nanti, pasti Allah punya jawaban sendiri atas semua usaha dan doa-doa kita nanti..
Regulo, 16 Maret 2013
Big thank's juga buat kamu Bsp yang sudah mengajakku ke tempat seindah ini. Regulo bukan hanya tempat bersejarah buat kita, tapi kali ini Regulo juga tempat aku merayakan kebahagiaan tanggal 16ku ini.
Sebelumnya aku memang merasa sangat penat, mungkin karena aku sedang pms dan masih terbawa suasana lalu, tapi setelah aku merasakan atmosfer Regulo, entah pikiran ini berasa plong dan fresh lagi karena merasakan sejuknya udara disini dan mendengar kicauan-kicauan burung yang di iringi suara alam yang menenangkan.
Tidak hanya itu, ternyata kamu juga sudah menyiapkan kejutan mungil untukku, sebuah hadiah yang di bungkus dengan kertas coklat, geli saat melihatnya. Setelah ku buka ternyata isinya sebuah jam tangan manis dan aku sangat menyukainya.
Saat itu kamu benar-benar menjadi drugs buat aku, kamu bilang kalau kamu cuma pengen aku bahagia hari ini, dan kamu berhasil karena nyatanya aku lebih dari bahagia dari yang kamu rencanakan hari ini.
Secara langsung kamu merubah semua pikiranku tentang yang lalu-lalu, kamu membuang semua penatku..
Once again thank you dear for the beautiful 16 th :)
with ♥ bsp :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar