Sore ini tepat pukul 16:00 adalah saat yang di tunggu-tunggu oleh puluhan ribu siswa-siswi Sekolah Menengah Atas di Indonesia, karena hari ini adalah pengumuman SNMPTN jalur undangan. Dag dig dug rasanya.. Tentunya semua merasakan hal yang sama, berharap lolos dan masuk di Universitas pilihan masing-masing.
Aku dan Boby memutuskan untuk melihat pengumuman bersama di KFC dekat rumahku. Kami tiba di KFC tepat pukul 16:00, setelah mencari tempat duduk dan memesan makanan kami langsung menyiapkan labtop dan membuka situs snmptn.ac.id. Rasa tak karuan bercampur jadi satu, aku yang pertama melihat pengumuman, setelah memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir waktunya untuk klik pada kotak yang bertuliskan "lihat hasil" tak lupa basmallah untuk mengawalinya. Alhamdulillah aku di terima di Universitas Brawijaya Malang, tak henti aku panjatkan puji syukur kepada Allah S.W.T.
Setelah aku giliran Boby yang kemudian melihat hasil seleksinya, langkah-langkah yang dilakukan juga sama persis seperti apa yang aku lakukan. Dan ternyata... dia belum berhasil, mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik untuknya, aku yakin Allah punya rencana yang lebih indah. Untuk tahap selanjutnya dia harus mengikuti tes SBMPTN (tes tulis), masih banyak jalan untuk masuk ke PTN yang ia inginkan.
Nah.. di sini puncak kegalauanku, Rasa seneng bahagia sudah pasti Tapi rasa sedih juga pasti ada. Senang dan sedih bercampur menjadi satu. Lebih tepatnya aku bingung harus mengungkapkan dan meluapkan yang mana. Tentunya aku senang sekali karena lolos seleksi jalur undangan, dan sedihnya aku harus meninggalkan kota Surabaya tercinta untuk menjalani pendidikanku di Malang. Banyak sekali yang harusaku tinggalkan di Surabaya. Orang-orang tercinta di Surabaya, Bapak, Ibu, Hana (adikku), teman-teman dan sahabat tercinta, termasuk juga Boby, itu yang paling berat. Apalagi di kampus yang baru aku memiliki banyak teman baru, tentunya aku juga harus beradaptasi ulang dengan mereka, pasti akan susah. Aku juga harus meninggalkan kamarku tercinta, dan menggantinya dengan kost-kost'an yang aku belum tau seperti apa nanti wujudnya :')
Boby sepertinya masih belum bisa rela kalau harus jauh, aku pun juga merasakan hal yang sama. Bagaimana tidak? Dari dulu kita sekelas, otomatis kita selalu bertemu setiap harinya, seru-seruan bareng, kemana-mana juga selalu barengan. Apalagi selama liburan ini, setiap harinya selalu seharian bersama dia. Lalu kuliah memisahkan jarak diantara kita begitu saja???
(beberapa hari kemudian. . .)
Beberapa kali aku berbincang dengan dia, aku mencoba memberi pengertian untuknya. Berat memang, tidak hanya Boby yg merasakannya, aku pun juga. Tapi kita sama-sama saling memantapkan komitmen jika nanti kami LDR. Akhirnya Boby bisa mengerti dan memahami bagaimana keadaanku.
Maih banyak juga jalan lain selain SNMPTN undangan, masih ada jalur SBMPTN tes tulis. Di SBMPTN ini ia memutuskan untuk mendaftar di Universitas Brawijaya sama sepertiku dan ada beberapa pilihan prodinya yang satu fakultas denganku. Beribu alasan di lontarkan kenapa ia tidak bisa jauh denganku, aku tidak bisa menampiknya lagi, itu jalan hidupnya biarkan dia yg memilih. ya semoga saja dia di terima melalui jalur sbmptn tersebut :D
Sebenarnya masih ada satu tes yang harus aku jalani di Surabaya. Sebelum pengumuman SBMPTN dulu aku dan beberapa teman-temanku (termasuk boby) sempat mendaftar di ATKP Surabaya. ATKP merupakan suatu Akademi penerbangan di Surabaya. Awalnya tanggal tes di tetapkan pada tanggal 4 Juni 2013, tapi ternyata di undur menjadi tanggal 25 Juni 2013, jauuh sekali pengunduranya dari tanggal pertama di tetapkan. Karena aku masih ingin kuliah di Surabaya saja makanya aku tetap mengikuti tes tersebut. Bukan tidak mensyukuri Jalur undangan yang sudah aku dapatkan, tapi aku masih belum rela jika harus menyelesaikan study jauh dengan orang-orang kesayangan.
Selain ATKP itu, aku juga masih di suruh orangtuaku mendaftar jalur mandiri kedokteran di UNAIR, itung-itung uji nyali juga sih, kalau keterima alhamdulillah dan kalau masih belum beruntung masih bisa menikmati kuliah di UB. Alhamdulillah sudah tidak ada yang namanya capek-capek cari kuliahan lagi :D *congkak sedikit
Allahualam lihat saja nanti bagaimana takdir Allah buatku, semoga semua keputusan menjadi yang terbaik, amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar